Kidung Merapi

Jumat, 05 November 2010 Read Comment
Dalam dinginnya malam aku terjaga
ku dengar suara gemuruh membahana
gemeritik hujan pasir mengalir dari atap
Ku ucap takbir, Allahu akbar !
bersimpuh memohon ampunan-Nya

Ya Allah,
ampuni dosa-dosa kami
jauhkan kami dari marabahaya
lindungilah saudara,kerabat serta teman-teman kami

Ku lihat di kejauhan
tangisan para orang tua
tubuhnya merah melepuh meregang nyawa
kulitnya yang keriput terbungkus abu
anak-anak kecil yang masih polos itu,
tampak lemah tak berdaya
nafasnya tersengal-sengal
pepohonan tumbang,
ternak-ternak mati berserakan

Dimanakah jogjaku yang dulu?
yang selalu ku banggakan.....
karena udara sejuknya,
karena banyaknya pohon yang rindang

Aku tak lagi mengenali kota ku
lumpur lahar dingin mengalir deras,
bau belerang kian menyengat
bisa ku rasakan nyanyian-nyanyian jiwa yang pasrah

Astaghfirullah , , , , ,
Sebegitu bencinya kah alam pada kita?
hingga mereka tak mendengar jerit tangis kita?
tak lagi peduli penderitaan yang kita alami?

Ya Allah,,,,
ku serahkan hidup dan matiku pada-Mu
Kau ciptakan kami dari tanah,
dan kepada tanah pula kami kembali
tuk menghadap-Mu


0 komentar:

Posting Komentar

 

Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES