Jiwa yang Sepi

Jumat, 26 November 2010 Read Comment
Tak mampu ku hentikan
laju air mata yang mengalir,
di tiap malam-malamku
kesunyian ini begitu nyata,
hingga tak mampu lagi rasanya
bibir ini memberi sedikit senyuman
pada bintang-bintang di atas sana

Luka yang begitu dalam,
karena kekecewaan yang datang bertubi-tubi
sulit untuk bisa ku sembunyikan
dari dunia di luar sana

Hatiku terasa semakin beku,
hingga tak dapat kurasakan kehangatan cinta
yang tersisa hanya rasa benci,
dan kehampaan

Kamu, dia dan kalian semua
yang pernah begitu berarti di hidupku,
dan mungkin masih berarti hingga detik ini
terima kasih telah menghancurkanku
terima kasih telah membuangku disini

Aku,,,,,,
adalah jiwa yang sepi
merintih,
meronta,
semua ku tahan sendiri

Aku,,,,,,
tiadalah berarti
tidak untuk kamu, dia ataupun mereka
Aku hanyalah seonggok jiwa yang kosong
yang berjalan tanpa arah,
berharap terbangun dari mimpi buruk ini


Aku,,,,
masihkah sanggup aku membangun asaku lagi??
akan kehidupan yang lebih indah,
akan cinta yang agung,
bukan dengan cinta yang busuk ini !!

0 komentar:

Posting Komentar

 

Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES